Marcadores

Recent Posts

Recent Posts

Marcadores

Postagens populares

Postagens populares

Jumat, 12 Oktober 2012

Swap

SWAP adalah suatu area pada harddisk yang merupakan bagian dari Virtual Memory. Disebut sebagai suatu area pada harddisk karena kita mengalokasikan/membuat partisi khusus pada harddisk pada saat penginstalan Linux. Swap menangani halaman memory yang tidak aktif untuk sementara waktu.

Swap akan digunakan ketika system telah membutuhkan memory fisik (RAM) untuk menangani proses aktif tetapi memory fisik (RAM) yang tidak terpakai (free) tidak mencukupi. Jika system membutuhkan lebih banyak sumber daya memori atau ruang maka halaman yang tidak aktif pada memory fisik (RAM) akan dipindahkan ke swap agar dapat memberi ruang pada memory fisik (RAM) untuk menangani proses lainnya.
Hal ini dapat dilakukan dengan ready queue. Ready queue berisikan semua proses yang terletak baik di penyimpanan sementara maupun memori yang siap untuk dieksekusi. Ketika penjadwal CPU akan mengeksekusi sebuah proses, ia lalu memeriksa apakah proses bersangkutan sudah ada di memori ataukah masih berada dalam penyimpanan sementara. Jika proses tersebut belum berada di memori maka proses swapping akan dilakukan seperti yang telah dijelaskan di atas.
Gambar 2.1. Proses Swapping

Sebuah contoh untuk menggambarkan teknik swapping ini adalah sebagai berikut: Algoritma Round-Robin yang digunakan pada multiprogramming environment menggunakan waktu kuantum (satuan waktu CPU) dalam pengeksekusian proses-prosesnya. Ketika waktu kuantum berakhir, memory manager akan mengeluarkan (swap out) proses yang telah selesai menjalani waktu kuantumnya pada suatu saat serta memasukkan (swap in) proses lain ke dalam memori yang telah bebas tersebut. Pada saat yang bersamaan penjadwal CPU akan mengalokasikan waktu untuk proses lain dalam memori. Hal yang menjadi perhatian adalah, waktu kuantum harus cukup lama sehingga waktu penggunaan CPU dapat lebih optimal jika dibandingkan dengan proses penukaran yang terjadi antara memori dan disk.
Teknik swapping roll out, roll in menggunakan algoritma berbasis prioritas dimana ketika proses dengan prioritas lebih tinggi tiba maka memory manager akan mengeluarkan proses dengan prioritas yang lebih rendah serta me-load proses dengan prioritas yang lebih tinggi tersebut. Saat proses dengan prioritas yang lebih tinggi telah selesai dieksekusi maka proses yang memiliki prioritas lebih rendah dapat dimasukkan kembali ke dalam memori dan kembali dieksekusi.
Sebagian besar waktu swapping adalah waktu transfer. Sebagai contoh kita lihat ilustrasi berikut ini: sebuah proses pengguna memiliki ukuran 5 MB, sedangkan tempat penyimpanan sementara yang berupa harddisk memiliki kecepatan transfer data sebesar 20 MB per detiknya. Maka waktu yang dibutuhkan untuk mentransfer proses sebesar 5 MB tersebut dari atau ke dalam memori adalah sebesar 5000 KB / 20000 KBps = 250 ms
Perhitungan di atas belum termasuk waktu latensi, sehingga jika kita asumsikan waktu latensi sebesar 2 ms maka waktu swap adalah sebesar 252 ms. Oleh karena terdapat dua kejadian dimana satu adalah proses pengeluaran sebuah proses dan satu lagi adalah proses pemasukan proses ke dalam memori, maka total waktu swap menjadi 252 + 252 = 504 ms.
Agar teknik swapping dapat lebih efisien, sebaiknya proses-proses yang di- swap hanyalah proses-proses yang benar-benar dibutuhkan sehingga dapat mengurangi waktu swap
Tiap sistem operasi memiliki versi masing-masing pada teknik swapping yang digunakannya. Sebagai contoh pada UNIX, swapping pada dasarnya tidak diaktifkan, namun akan dimulai jika banyak proses yang membutuhkan alokasi memori yang banyak. Swapping akan dinonaktifkan kembali jika jumlah proses yang dimasukkan berkurang. Pada sistem operasi Microsoft Windows 3.1, jika sebuah proses baru dimasukkan dan ternyata tidak ada cukup ruang di memori untuk menampungnya, proses yang lebih dulu ada di memori akan dipindahkan ke disk. Sistem operasi ini pada dasarnya tidak menerapkan teknik swapping secara penuh, hal ini disebabkan pengguna lebih berperan dalam menentukan proses mana yang akan ditukar daripada penjadwal CPU.
Contoh  kasus:
Beberapa program benar-benar memakan memori:
Kadang-kadang, sesuatu yang besar (seperti MySQL, Apache, PHP dll Handler) membuat seluruh sistem perlu memori tambahan.
Dalam kasus ini, swap akan digunakan untuk membuat sistem mampu menangani beban tambahan.

Swap dapat mengoptimalkan penggunaan memori:
Hard drive jauh lebih lambat dari RAM. Jadi, ketika Anda memerlukan file (baik itu file data, seperti video ini. Anda sedang menonton lagi dan lagi, executable, seperti Firefox, atau perpustakaan), kernel Linux membaca file ke dalam RAM dan menyimpannya di sana sehingga dari waktu berikutnya Anda membutuhkannya lagi, itu sudah dalam RAM dan akses data jauh lebih cepat (ribuan kali lebih cepat). Kita menyebut ini bagian dari RAM yang mempercepat hard disk membaca.

Hibernasi membutuhkan swap:
Fitur hibernasi (suspend-to-disk) menulis keluar isi memori untuk partisi swap sebelum mematikan mesin. Oleh karena itu, partisi swap Anda harus setidaknya sama besar dengan ukuran RAM Anda. Pelaksanaan hibernasi saat ini digunakan di Ubuntu, swsusp, membutuhkan partisi swap atau menangguhkan, dan tidak dapat menggunakan swap file pada sistem file yang aktif.

Pada Windows, apa itu swap file?
Sebuah file swap, juga disebut file halaman, adalah area pada hard drive digunakan untuk penyimpanan sementara informasi. Windows menggunakan file swap untuk meningkatkan kinerja. Sebuah komputer biasanya menggunakan memori utama, atau RAM, untuk menyimpan informasi yang digunakan untuk operasi saat ini, tetapi file swap berfungsi sebagai memori tambahan yang tersedia untuk menyimpan data tambahan.
Catatan: Microsoft menyarankan Anda mengizinkan Windows untuk mengelola pengaturan Virtual Memory untuk Anda (yaitu, biarkan pengaturan standar seperti).Hanya pengguna yang berpengalaman harus mengubah setting ini, karena dapat mempengaruhi kinerja sistem.
Windows 7 dan Vista
Untuk melihat swap yang Anda saat ini informasi file dalam Windows 7 dan Vista:
Dari menu Start, klik kanan pada My Computer atau Computer, lalu pilih Properties.
Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini:




Dari menu Tasks, pilih pengaturan sistem Advanced.
Lihat Gambar:




Pada kotak dialog yang terbuka, klik tab Advanced. Di bawah bagian "Performance", pilih Settings ... .
Lihat Gambar:




Maka akan muncul tampilan seperti gambar:




Pada kotak dialog Opsi Kinerja, pilih tab Advanced.
Gambar:


Klik Ubah/change ... . Informasi swap file tercantum di bagian bawah.

sumber:
http://kb.iu.edu/data/ahbb.html

0 komentar:

Posting Komentar